Pengalaman Sertiifikasi RSPO (Roundtable Suistainable Palm Oil) untuk Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kabupaten Pelalawan

Assalamualaikum.wr.wb

Bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan serta mendukung konservasi lingkungan, penyelamatan lingkungan dengan berbagai program, cukup memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga bagi saya.Image.

WWF (World Wide Fund for Nature) itulah lembaga tempat saya bernaung. Sebagai salah Satu NGO/Non Government Organization, WWF berada dan bekerja di lebih dari 100 negara di dunia, dan salah satunya adalah di Indonesia. Di Indonesia sendiri wilayah program WWF berada di Aceh, Riau, Lampung, Banten, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan Papua.

Tujuan utama WWF-Indonesia adalah untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi serta membangun masa depan, dimana manusia hidup selaras dengan alam.

Visi WWF-Indonesia adalah “Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia untuk kesejahteraan generasi sekarang dan di masa mendatang”.

Misi WWF- Indonesia adalah melestarikan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak yang disebabkan manusia melalui upaya:

  • Mempromosikan etika pelestarian yang kuat, kesadaran serta aksi di kalangan masyarakat Indonesia
  • Memfasilitasi upaya multi pihak untuk melindungi keanekaragaman hayati dan proses ekologis dalam skala ekoregional
  • Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakan hukum yang mendukung upaya pelestarian
  • Mempromosikan pelestarian bagi kesejahteraan masyarakat, melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.[1]

Mungkin dapat dikatakan bahwa saya bekerja untuk misi ke 4, “mempromosikan pelestarian bagi kesejahteraan masyarakat, melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.” Saya Bekerja di bagian “Perkelapasawitan” yang notabene program ini adalah hal yang sangat baru bagi saya. Saya seorang yang “international relations” bekerja di bagian yang pekerjaannya bekerja bersama smallholder (petani kelapa sawit swadaya/rakyat), dinas perkebunan provinsi dan kabupaten, perusahaan kelapa sawit, dan berbagai pihak yang berhubungan dengan kelapa sawit…:D  Namun setelah didalami lebih jauh, saya menyadari bahwa “kelapa sawit” yang nama latinnya Elaeis guineensis ini bisa mempengaruhi perekonomian skala rumah tangga, nasional dan internasional. Isu Kelapa sawit bisa menjadi isu internasional yang menjadi perhatian pemerintah bahkan bisa mengubah keputusan politik dan ekonomi suatu pemerintahan.:D Dan akhirnya berhubungan dengan bidang kuliah saya dahulu “International relations”.:D hehehe (agak sedikit maksa yaa??hehe)

Saat ini isu perkelapasawitan dari hulu hingga hilir menjadi perbincangan dunia. Dari mulai pembukaan lahan untuk kebun-penanaman-perawatan-hingga proses Tanda Buah Segar (TBS) menjadi CPO –  kemudian CPO disalurkan ke berbagai pabrik pengolahan produk pangan dan kimia telah memberikan perhatian di ranah internasional. Isu ini terkait praktik-praktik yang berkaitan dengan pengelolaan kelapa sawit yang disebut-sebut merusak lingkungan.

Nah, dalam mengatasi isu yang berkembang mengenai perkelapasawitan maka tercetuslah suatu pemikiran transformasi pasar untuk menjadikan minyak sawit berkelanjutan sebagai sebuah norma. Norma disini maksudnya untuk menjadikan praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan adalah menjadi sebuah aturan yang harus diterapkan. Lembaga yang mencetuskan terkait praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan ini adalah RSPO (Roundtable Suistainable Palm OIl).

RSPO merupakan kumpulan dari berbagai lembaga dunia yang terdiri dari petani minyak sawit, LSM sosial, LSM lingkungan, bank/Investor, prosessor dan pedagang minyak sawit, produsen barang-barang konsumen,dan juga retailer.

RSPO didirikan pada tahun 2004 untuk mempromosikan produksi dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan bagi manusia, bumi dan kesejahteraan.[2] Mungkin banyak yang belum tahu bahwa kelapa sawit, banyak dikelola untuk pangan dan juga saat ini isu yang berkembang sawit akan dijadikan sebagai bahan bakar energi. Mari kita lihat sekilas apa saja barang turunan yang dihasilkan yang didalamnya terkandung dari pengolahan minyak kelapa sawit.

Industri hilir produk kelapa sawit terdiri dari industri hasil setengah jadi dan industri barang jadi yaitu untuk [3]

  1. Industri hasil setengah jadi

Industri hasil setengah jadi digolongkan menjadi oleo-pangan dan oleo-kimia.

a)      Oleo pangan adalah penggunaan minyak sait untuk produk pangan.  olahan kelapa sawit yang digolongkan dalam oleo-pangan sebagai berikut:

ü  minyak goreng

ü  lemak makan (margarine, vanspati, dan shortening)

b)      Oleo-kimia adalah penggunaan minyak sawit untuk produk kimia (nonpangan). olahan kelapa sawit yang digolongkan dalam oleo-kimia sebagai berikut:

ü  fatty acid, fatty alcohol, fatty amine

ü  methyl ester (biodiesel)

ü  glycerol

ü  ethocylate dan epocylate

ü  garam metalik

2. Industri barang jadi

Beberapa jenis makanan olahan kelapa sawit menjadi industri barang jadi sebagai berikut

a)      Industri makanan :

ü  kue, roti, biskuit

ü  cokelat, kembang gula dan es krim

ü  tepung susu nabati(filled milk) dan coffe whitener (coffe mate)

ü  mie siap saji (instant noodle)

b)      Industri kosmetik: sabun, cream lotion, shampoo

c)      Industri farmasi: vitamin A dan E

d)      Industri pabrik logam:

ü  “sabun metalik” untuk minyak pelumas dan campuran cat

ü  pelumas dan pelindung karat permukaan lembaran baja pada industri baja canai dingin (cold rolling mill)

ü  bahan pengapung (floatation agent) untuk memisahkan biji tembaga atau cobalt dari baja

e)      industri karoseri

f)       industri tinta cetak, lilin dan crayon


[3] Iyung Pahan, Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir (Jakarta: Penebar Swadaya, 2010) hal 22-23

 

Petani Independen/swadaya di Thailand telah mendapatkan sertfikasi RSPO. Di Provinsi Riau sendiri dimana saya menjadi bagian didalam proses sertifikasi petani swadaya tersebut, telah di lakukan audit sertifikasi RSPO untuk petani sawit swadaya di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Tepatnya di Desa Trimulya Jaya pada bulan Februari 2013 lalu, dengan jumlah petani sebanyak 349 KK, dengan luas kurang lebuh 763 ha.

Proses sertifikasi untuk petani sawit swadaya di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan ini menggunakan waktu kurang lebih satu tahun dua bulan. Ikut dalam proses sertifikasi RSPO untuk petani sawit ini merupakan pertama kali di Indonesia dan menjadi pilot project  untuk percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.

Berbagai proses dilakukan mulai dengan pendekatan terhadap petani prospektif yang akan disertifikasi, pendampingan petani dan tim ICS secara terus menerus serta sosialisasi kepada dinas/instansi terkait terus dilakukan. Dimulai dengan sosialisasi di awal desember 2012 kepada perwakilan petani, kemudian berlanjut bulan kebulan dan terbentuklah ICS (Internal Control Sistem) yakni sistem kontrol didalam kelembagaan petani, yang diberi nama Asosiasi Petani Sawit Swadaya Amanah. Selama 8 bulan, ICS diberi pelatihan terus menerus yakni antara lain:

– Pelatihan Internal Control Sistem

– Pelatihan Prinsip dan Kriteria RSPO

– Pelatihan Pengendalian Hama Terpadu

– Pelatihan Alat Pelindung Diri

– Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat

– Pelatihan Pestisida Terbatas

-Pelatihan Masyarakat Tanggap Api, dll

Untuk mendapatkan sertifikasi ini perlu upaya dan juga semangat agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Mendampingi sertifikasi  RSPO untuk petani kelapa sawit swadaya bukanlah proses yang mudah, syukur Alhamdulillah bahwa proses ini bisa berjalan dengan baik walaupun banyak hambatan yang dihadapi namun dapat diselesaikan dengan baik. Semua bersinergi (petani yang sangat bersemangat untuk mendapatkan sertifikasi ini), WWF, pihak donor membantu untuk menyokong terlaksananya program sertifikasi petani sawit swadaya pertama di Indonesia.

 

IMG-20130214-00420 IMG-20130211-00326

note: tulisan ini merupakan rangkuman kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Oil Palm WWF Indonesia Program Riau.  Penulis Blog ini masih sangat awam dalam menulis. jad mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan kata. Apabila ada masukan kritik, saran ataupun diskusi yang menarik sangat kami terima dengan lapang dada. akhir kata selamat berpuasa…dan terima kasih…:D

 

Cherrss…

Wassalamualaikum.wr.wb

author: Margaretha Nurrunisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: